Wah! modernisasi terjadi di suku Baduy?๐๐ฑ
Hai teman-teman, Perkenalkan nama saya Rakhel Margareth ziliwu saya kelas XII IIS dari SMA Kristen bnkp Gunungsitoli. Kali ini, saya akan menceritakan tentang kehidupan suku Baduy Luar dalam penerimaan pengaruh luar.
Belakangan ini suku baduy sudah menjadi sorotan di media sosial dan sudah banyak diperbincangkan tentang kehidupan yang unik dari suku Baduy. Banyak yang bertanya di media sosial Apakah suku Baduy menerima pengaruh budaya luar atau perkembangan modern saat ini? Di tengah arus modernisasi yang sangat sulit ditolak, Baduy luar kini mampu beradaptasi menerima perubahan dengan tetap mempertahankan tradisi asli yang bertahun-tahun sudah diyakini dan diterapkan secara turun-temurun.
Hasil dari penelitian yang dilakukan langsung di Baduy dengan menggunakan teknik wawancara mendalam mengidentifikasikan bahwa telah terjadi perubahan sosial pada masyarakat Baduy Luar terutama perubahan penggunaan teknologi.
Perubahan budaya suku Baduy atau pola hidup masyarakat Baduy disebabkan juga oleh beberapa faktor yang meliputi adanya pertambahan penjumlahan penduduk dan adanya pertentangan dan pemberontakan, Faktor dari luar meliputi lingkungan alam dan pengaruh masyarakat luar. Generasi suku Baduy luar juga mengalami perubahan tingkah laku perubahan sosial
masyarakat Baduy bukan hanya disebabkan oleh paparan modernisasi yang disebabkan adanya hubungan dengan masyarakat luar Baduy, tetapi juga karena tuntutan kehidupan yang mendorong mereka mencari cara penghidupan lain.
Masyarakat Baduy Luar juga tetap menjalankan tradisi mereka yang telah diwariskan meskipun terdapat juga kecenderungan menerima pengaruh globalisasi dalam kehidupan suku Baduy luar. Teman-teman juga perlu tahu kenapa suku Baduy tidak terlalu mau menerima perubahan dari luar karena dianggap dapat merusak alam, rumah suku Baduy atau tempat tinggal mereka direkatkan tanpa paku dan semen tetapi bangunan rumah mereka dibuat menggunakan kayu, bambu ijuk, dan juga daun pohon aren. Bagi mereka sikap tradisi secara mutlak tidak dapat diubah, seperti misalnya tradisi suku Baduy saat acara pernikahan itu tidak dapat direkam ataupun tidak diperbolehkan menggunakan kamera, Begitu juga dengan baduy dalam yang sama sekali ketika memasuki wilayah mereka orang luar sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi atau teknologi modern sama sekali dan jika memasuki suku Baduy dalam ada banyak sekali larangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat luar. Berbanding jauh dengan suku Baduy Luar yang memperbolehkan masyarakat luar membawa alat komunikasi atau sebagian teknologi luar, suku Baduy Luar memperbolehkan masyarakat luar mengambil gambar di permukiman mereka dan mengizinkannya untuk membagikannya di media sosial sebaliknya di baduy dalam mereka tidak menyukai apabila orang-orang luar mengambil gambar mereka, mereka sangat tidak nyaman ketika orang luar mengganggu kenyamanan mereka.
Suku Baduy Luar juga menggunakan keahlian mereka untuk mencari kebutuhan hidup, seperti menenun pakaian dan akan menjualnya kepada masyarakat luar yang berkunjung ke Baduy Luar, Mereka menjual hasil tenunan mereka dengan harga yang lumayan mahal.
Suku Baduy juga tidak diperbolehkan untuk melakukan pendidikan atau memasuki sekolah, mereka tidak diizinkan belajar membaca seperti orang-orang pada umumnya. Orang-orang dari Baduy juga diizinkan untuk menikahi orang luar tetapi dengan syarat orang badui yang dinikahi harus keluar dari suku Baduy atau dengan kata lain tidak diizinkan untuk tinggal di Baduy lagi.
Pada malam hari juga permukiman atau wilayah rumah-rumah Baduy tidak terdapat satupun lampu ataupun penerang lainnya mereka tidak diizinkan menggunakan lampu penerang. Pasti teman-teman masih bertanya-tanya Mengapa suku Baduy tidak atau belum sepenuhnya melakukan perubahan? Karena teman-teman selain wilayah yang sulit dijangkau masyarakat Baduy memiliki kecenderungan untuk mempertahankan nilai-nilai atau pola hubungan sosial yang telah lama dianut sehingga hal ini dapat menghambat adanya proses perubahan sosial.
Suku Baduy ini juga memiliki kepercayaan untuk menjaga keseimbangan alam, Mereka diciptakan untuk mengelola tanah suci yang menurut nya tanah titipan. Dalam segi kepercayaannya suku Baduy Kanekes memiliki kepercayaan yang disebut Sunda Wiwitan namun semakin berkembang dan dipengaruhi oleh agama lainnya. Perkembangannya sekarang yang dianut masyarakat Baduy sudah dipengaruhi oleh agama Buddha dan Hindu. Suku Baduy juga tidak menerima perubahan seperti bahan kimia dalam sistem pertanian, tradisional Baduy ramah lingkungan hasil hutan Mereka dimanfaatkan secara bijaksana tanpa eksploitasi berlebihan.
Pencarian suku Baduy tidak hanya menenun tetapi masyarakat Baduy juga berladang untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga melakukan perdagangan di luar wilayah Baduy.
Di Baduy juga memiliki adat istiadat seperti anak-anak yang sudah berusia 15 tahun ke atas sudah diperbolehkan untuk menikah karena anak-anak tersebut sudah dijodohkan sebelum lahir ataupun masih dalam kandungan. Jarang sekali di Baduy ditemukan yang menjalin hubungan sebelum menikah atau juga bisa dikatakan remaja perempuan atau laki-laki tidak terlalu mengenal arti pacaran.
Teman-teman juga harus tahu bahwa di Baduy bukan hanya laki-laki yang bekerja di ladang tetapi perempuan Baduy juga diwajibkan bisa berladang. Sejak kecil anak-anak Baduy juga diajarkan untuk berladang menanam dan mencari kayu untuk peralatan masak mereka.
Di Baduy luar juga ada beberapa para remaja yg menggunakan teknologi luar seperti handphone, para remaja Baduy luar sekarang sudah mulai bisa menggunakan bahasa Indonesia dalam berbicara, ketika para orang luar memasuki Baduy Luar mereka sudah bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar.
Adapun para remaja Baduy Luar yang bisa menggunakan pakaian seperti orang pada umumnya karena biasanya para masyarakat di Baduy menggunakan pakaian adat mereka yang setiap hari mereka gunakan di tempat mereka baju yang mereka gunakan berwarna hitam ataupun biru tua Begitu juga dengan baduy dalam mereka menggunakan pakaian adat mereka yang berwarna dominan putih itu artinya mereka dekat dengan tempat suci, sedangkan arti dari pakaian Baduy Luar yaitu mereka relatif dekat dengan dunia.
Yah ceritanya selesai Guys kapan-kapan kita lanjut lagi see you next time, follow Your Joy!!
Komentar
Menyala๐ฅ
Semangat trus Rahel ๐